Kamis, 26 Maret 2012 - 16:29:09 WIB
Sidang ke 6 Codex Committee on Contaminant in Food (CCCF)
Diposting oleh : Administrator
Kategori: AFTLC - Dibaca: 38397 kali

Codex Alimentarius Commission (CAC), biasanya  disebut Codex, merupakan lembaga intergovernmental yang berdiri tahun 1963 untuk melaksanakan Joint FAO/WHO Food Standards Programme. Codex dibentuk dengan mandat menyusun standar-standar pangan internasional untuk melindungi kesehatan konsumen dan untuk memastikan praktek adil dalam perdagangan pangan. Standar dan guidelines Codex bersifat non-mandatory namun Standar ini menjadi semakin penting sejak ditetapkan dalam perjanjian SPS WTO sebagai standar yang diacu untuk keamanan pangan dalam perdagangan internasional.


CCCF adalah salah satu general komite di bawah CAC yang dengan tugas utama menetapkan dan mengesahkan batas maksimum yang diijinkan atau pedoman level untuk kontaminan dan racun alami dalam pangan dan pakan.


Sidang ke 6 CCCF diselenggarakan di Maastricht Belanda pada tanggal 26-30 Maret 2012. Sidang dihadiri oleh 183 delegasi dari 58 negara, 1 organisasi anggota dan 15 organisasi Internasional. Delegasi Indonesia terdiri dari 7 orang yang berasal dari instansi terkait yaitu PPMB Kementerian Perdagangan, BPOM, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Pada sidang ini dibahas Draft Maximum Levels for Melamine in Food (liquid infant formula) dimana sidang sepakat untuk mengajukan Batas Maksimum Melamin sebesar melamin pada formula bayi bentuk cair sebesar 0.15 mg/kg untuk diadopsi pada step 8 oleh sidang CAC ke-35.


 Sidang juga membahas Proposed draft Maximum Levels for Arsenic in Rice namun disampaikan bahwa penetapan batas maksimum dianggap terlalu dini dengan pertimbangan masih diperlukan pengumpulan data terkait arsen anorganik, tidak adanya health reference untuk arsen, belum adanya metode analisis untuk arsen anorganik yang tervalidasi secara internasional, kemudian  diusulkan untuk mengembangkan Code of Practice dalam mereduksi cemaran arsen dalam beras. Komite sepakat untuk menyusun Code of Practice to Control for the Prevention and Reduction of Arsenic Contamination in Rice dan menetapkan China sebagai ketua eWG dan Jepang sebagai wakil ketua eWG. Penetapan Batas Maksimum kemudian ditunda sampai dengan 2 tahun dan akan dibahas kembali pada sidang CCCF ke-8 tahun 2014, sambil menunggu penyediaan data oleh negara anggota.

Agenda lain yang dibahas dalam sidang ini adalah Proposed Draft maximum Levels for Deoxynivalenol (DON) and its Acetylated derivatives in cereal-based products, Proposed Draft Maximum Level for Total Aflatoxins in Dried Figs including Sampling Plan, Proposed Draft Maximum Level for Fumonisins in Maize and Maize-products and Associated Sampaling Plans, Editorial Amendments to the General Standard on Contaminants and Toxins in Food and Feed, Discussion Paper on Pyrrolizidine Alkaloids in food and feed, Discussion Paper on Maximum levels for lead in various foods in the General Standard for Contaminants and Toxins in Food and Feed and the related Code of Practice for the Prevention and Reduction of Lead Contamination in Foods and the Code of Practice for Source Directed Measures to Reduce Contamination of Foods with Chemicals, Discussion Paper on Mycotoxins in Sorghum, Discussion Paper on Ochratoxin A in Cocoa,    Discussion Paper on Guidance for Risk Management Options in light of different risk assessment options, Priority List of Contaminants and Naturally Occurring Toxicants Proposed for Evaluation by JECFA. (End).