Jumat, 15 November 2019 - 19:15:00 WIB
BAHAYA PADA KEMASAN PANGAN
Diposting oleh : LRPPI Kemasan Pangan
Kategori: Artikel - Dibaca: 467 kali

Kemasan pangan merupakan suatu wadah yang digunakan untuk mengemas atau membungkus suatu produk. Kemasan memiliki fungsi yang sangat penting diantaranya :

1. Fungsi Protektif

Yang dimaksud dengan fungsi protektif adalah kemasan dapat melindngi suatu produk baik dari bahaya kontaminasi kimia, fisika dan mikrobiologi, proteksi pada saat transportasi serta proteksi terhadap cacat produk.

2. Fungsi Promosi dan informasi

Selain fungsi protektif, kemasan juga memiliki fungsi sebagai media promosi. Fungsi ini tidak kalah penting dengan fungsi sebelumnya, dimana pada suatu kemasan terdapat berbagai informasi tentang produk yang dikemas, sehingga konsumen dapat dengan mudah mengetahui informasi mengenai produk yang dikemas. Selain itu juga paduan warnan dan desain dari suatu kemasan dapat menarik minat dari konsumen untuk memutuskan membeli produk tersebut.

Sebagai konsumen yang cerdas, selain mengetahui kegunaan dan fungsi dari suatu kemasan, kita juga harus mengetahui bahwa kemasan pangan dapat membahayakan kesehatan apabila digunakan secara tidak tepat. Penggunaan kemasan pangan secara tidak tepat dapat menyebabkan terjadi nya migrasi.Terdapat beberapa factor yang dapat mempengaruhi meningkatnya migrasi,  diantaranya :

  1. Waktu kontak kemasan dengan produk semakin lama
  2. Suhu semakin tinggi
  3. Luas permukaan kemasan yang kontak dengan pangan (atau sebaliknya) semakin besar.
  4. Agresifitas pangan semakin tinggi

Migrasi dibagi menjadi 2, yaitu migrasi total dan migrasi spesifik. Migrasi total adalah migrasi  dimana yg termigrasikan adalah keseluruhan  dari zat/senyawa yang tidak diketahui berbahaya atau tidak bagi kesehatan. Sedangkan spesifik migrasi merupakan migrasi dari suatu zat/senyawa yang dapat membahayakan kesehatan manusia.

Suatu kemasan dibentuk dari monomer-monomer yang berikatan menjadi suatu polimer, Monomer-monomer yang menyusun suatu kemasan termasuk dalam spesifik migrasi sehingga dapat membahayakan kesehatan manusia. Beberapa contoh monomer yang terdapat pada kemasan diantaranya :

1. Monomer Stirena

Monomer stirena adalah monomer yang terdapat dalam kemasan Styrofoam. Styrofoam digunakan sebagai kemasan karena memiliki beberapa keunggulan, diantara nya murah, tidak gampang bocor dan ringan. Namun selain keunggulan nya, apabila digunakan dengan tidak tepat maka strofoam dapat membahayakan kesehata manusia karena kandungan monomer stirena. Monomer stirena merupakan zat/senayawa karsinogenik. Stirena dapat dengan mudah terlepas kedalam makanan yang berminyak, berlemak dan beralkohol, terutama apabila makanan dalam keadaan panas.

2. Monomer Bisphenol A (BPA)

Monomer Bisphenol A merupakan monomer pada kemasan Polikarbonat. Dalam bentuk aktifnya, senyawa BPA memiliki aktivitas hormone estrogen sehingga jika masuk ke dalam tubuh dapat meniru hormone estrogen. Hal ini dapat memberikan efek terhadap kesehatan manusia. BPA dapat termigrasi ke dalam makanan melalui kemasan pangan yang terbuat dari polikarbonat.

3. Asetaldehida

Selain kemasan Styrofoam dan Polikarbonat, pada kemasan yang terbuat dari bahan Polietilena Terepthalat (PET) juga terdapat zat/senyawa yang dapat membahayakan kesehatan, yaitu Asetaldehida. Jika asetaldehida dikonsumsi secara terus menerus dalam jangka waktu lama maka dapat menyebabkan terjadinya iritasi pada kulit, mata, selaput lender, tenggorokan dan saluran pernapasan. Dampak keehatan yg lebih parah dari mengkonsumsi aetaldehida dapat terjadi apabila terjadi penumpukan gugus karbonil dalam tubuh, sehingga dapat menyebabkan terjadinya penyakit hati, diabetes, hipertensi dan penyakit lainnya.

4. Vinil Chloride Monomer (VCM)

Monomer ini terdapat dalam kemasan yang terbuat dari PVC. VCM sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Senyawa ini bersifat karsinogen dan dapat menyebabkan penyakit hati, paru-paru serta merusask kelnajr endokrin dan limpa.