Rabu, 23 September 2020 - 15:11:45 WIB
Amankah Mengkonsumsi Ikan Di Tengah Pandemi COVID-19?
Diposting oleh : LRPPI Mikrobiologi dalam Ikan dan Produk Ikan
Kategori: Artikel - Dibaca: 58 kali

Foto : Shutterstock

Bumi saat ini sedang "sakit" oleh wabah COVID-19, penyakit saluran pernafasan akut yang telah menyebar ke hampir seluruh negara di dunia. Hiruk pikuk aktifitas dan kesibukan manusia tiba - tiba menuju kesenyapan sejak WHO mengumumkan status pandemik COVID-19 sejak tanggal 12 Maret 2020, nama penyakit yang ditimbulkan oleh virus SARS-CoV-2. Sebagaimana layaknya "barang baru" para ilmuwan pada periode awal pandemi pun masih meraba - raba karakteristik virus ini, bahkan namanya pun berubah hanya dalam kurun waktu beberapa bulan mulai dari Wuhan Coronavirus, Novel Coronavirus, 2019-nCoV sebelum akhirnya menyandang nama resmi SARS-CoV-2 penyebab penyakit COVID-19. Seakan tidak ingin kalah dengan tingkat replikasi virus, para ilmuwan juga bekerja keras selama berminggu - minggu di fasilitas - fasilitas laboratorium dengan tingkat keamanan yang tinggi untuk "berkenalan" lebih jauh dengan sang penyebar malapetaka. Akhirnya, sedikit demi sedikit sifat virus terkuak mulai dari level genom sampai dengan sifat fisiko-kimiawi. Jurnal - jurnal ilmiah yang terus memperdalam dan memberikan jawaban - jawaban kepada masyarakat awam tentang segala hal terkait dengan virus pun kian bertebaran di jagad maya dan dapat diakses secara relatif lebih mudah. Salah satu hal penting yang hingga kini menjadi rujukan masyarakat adalah laporan ilmiah tentang kemampuan bertahan virus pada berbagai media (plastik, kayu, besi, udara, dst.). Hal ini menambah wawasan masyarakat agar senantiasa waspada, berhati - hati serta merubah kebiasaaan menjadi lebih sehat dan higienis demi memutus rantai persebaran virus penyebab COVID-19. Pun demikian lembaga kesehatan internasional diantaranya WHO (World Health Organization) dan CDC (Centers for Disease Control and Prevention) telah mengumumkan bahwa penyakit ini tidak bersifatfood-borne disease atau disebarkan oleh bahan pangan, meskipun kemudian terdapat pula panduan memasak yang higienis, sekali lagi demi kewaspadaan kita semua. 

 

Diantara berbagai penasaran kaum awam dalam situasi wabah ini adalah keamanan mengkonsumsi ikan/produk perikanan. Berbagai hasil perikanan yang umum dikonsumsi diantaranya golongan ikan bersirip (Ikan mas, lele, kerapu, salmon dst), udang - udangan (kepiting, lobster air tawar, udang dst.) dan moluska (abalon, kerang - kerangan dst.), termasuk juga golongan amfibi (katak). Seiring dengan kemunculan COVID-19 yang pertama kali diduga bermula dari pasar ikan (seafood market) di Wuhan, berbagai macam persepsi telah muncul yang menyebabkan penurunan konsumsi produk perikanan di berbagai negara. Oleh karena itu, untuk membantu menjawab kekhawatiran publik terhadap keamanan produk perikanan di tengah pandemi COVID-19 sejumlah ilmuwan/pakar penyakit ikan dan perikanan dan dokter hewan dari berbagai belahan dunia telah berkumpul dan membuat laporan tentang keamanan mengkonsumsi produk perikanan disaat - saat sekarang ini [Jurnal: Viewpoint: SARS-CoV-2 (The Cause of COVID-19 in Humans) is Not Known to Infect Aquatic Food Animals Nor Contaminate Their Products].  Paling mendasar yang perlu diketahui oleh khalayak umum adalah bahwa penyakit ikan yang dapat menular kepada manusia (zoonotic diseases of aquatic food animals) sejauh ini hanya dari golongan bakteri dan parasit. Sebagai contoh penyakit karena sebab bakteri salmonella dan vibrio serta berbagai spesies cacing ikan yang mampu menimbulkan gangguan kesehatan bagi manusia karena proses memasak yang kurang matang. Hingga detik ini belum pernah ada laporan atau penelitian ilmiah yang menyatakan adanya virus pada ikan yang menyebabkan penyakit pada manusia (zoonotik). Kekhawatiran sebagian masyarakat untuk mengkonsumsi ikan/produk perikanan selama pandemi COVID-19 dapat segera dihilangkan karena memang berbagai tinjauan ilmiah menunjukkan bahwa ikan/produk perikanan bukan merupakan bagian dari siklus hidupnya. Virus COVID-19 atau SARS-CoV-2 termasuk dalam famili Coronaviridae dan genus Betacoronavirus dimana seluruh anggota famili ini hanya menginfeksi burung dan mamalia. Adapun virus yang menginfeksi ikan terdiri dari berbagai genus yang merupakan anggota dari sekitar 20-an famili dan tidak ada satupun dari virus itu anggota famili Coronaviridae.Virus COVID-19 sangat suka hidup di jaringan saluran pernafasan atas dan bawah termasuk paru – paru manusia. Sebagaimana diketahui bahwa ikan umumnya tidak memiliki paru - paru (dikecualikan Lungfish), mereka bernafas dengan insang yang mampu menangkap oksigen terlarut dalam air, sehingga virus tidak memiliki target jaringan pada ikan.

Ilustrasi seafood. ©2015 Merdeka.com/Thebeachfrontclub.com

Saat ini sebagian besar masyarakat kita telah mengetahui bahwa virus COVID-19 dapat masuk kedalam sel manusia dengan bantuan reseptor ACE2 atau Angiotensin Converting Enzyme 2 (virus entry point), dimana reseptor ini sangat umum ditemukan pada sel organisme yang termasuk Animal Kingdom dengan struktur yang khas. Apabila kita bandingkan struktur ACE2 pada manusia dengan reseptor sejenis yang ditemukan pada ikan. maka kesamaan urutan asam amino nya hanya 59% alias sangat berbeda sehingga kecil kemungkinan virus COVID-19 dapat menginfeksi ikan, dan apabila mungkin maka virus memerlukan waktu untuk bermutasi. Namun demikian hal tersebut juga memiliki peluang yang sangat kecil karena kondisi biologis ikan tidak memungkinkan bagi virus COVID-19 untuk melakukan replikasi (perbanyakan diri), sebabnya adalah berbagai enzim inang yang dimanfaatkan oleh virus untuk perbanyakan diri sangat berbeda. Selain hal tersebut, virus COVID-19 memiliki pola mengelak dari sistem kekebalan mamalia, sedangkan sistem kekebalan ikan sangat berbeda dengan mamalia yang akan membuat virus tidak akan bertahan. Meskipun telah jelas bahwa sangat kecil kemungkinan virus COVID-19 menginfeksi golongan ikan, tentu masih timbul pertanyaan apakah virus masih bisa menempel pada produk perikanan dan menimbulkan penyakit. Beberapa waktu yang lalu telah ada penelitian yang menyebutkan secara rinci ketahanan virus COVID-19 di berbagai permukaan. Meskipun demikian, sampai detik ini pun belum ada laporan yang menyatakan virus COVID-19 mampu bertahan di permukaan produk perikanan. Para Ahli Perikanan dan Dokter Hewan terkemuka telah meyakini bahwa pengolahan ikan/produk perikanan dengan memperhatikan petunjuk sanitasi dan higiene yang benar akan dapat menjamin mutu dan keamanan produk perikanan untuk dikonsumsi. Lagipula virus COVID-19 bersifat termolabil atau tidak tahan panas, sehingga pemasakan pada suhu diatas 70 derajat Celsius mampu menghancurkan virus. Beberapa catatan yang dikemukakan oleh para ahli penyakit ikan, perikanan dan dokter hewan sebagai pesan kepada publik untuk yakin dan tetap mengkonsumsi ikan/produk perikanan adalah:

  1. Belum pernah ditemukan Virus COVID-19 dapat menginfeksi ikan maupun mengkontaminasi produk perikanan
  2. Ikan/produk perikanan bukan merupakan bagian dari siklus replikasi dan penyebaran COVID-19 pada manusia, sehingga Ikan/Produk Perikanan merupakan sumber protein yang aman dikonsumsi pada saat - saat seperti sekarang ini
  3. Pengolahan ikan/produk perikanan sesuai dengan petunjuk sanitasi dan higiene serta pemasakan yang benar dapat menghilangkan risiko kontaminasi ikan/produk perikanan oleh virus COVID-19
  4. Ikan/produk perikanan dapat menjadi protein alternatif yang sehat dan menambah nutrisi bagi sistem kekebalan tubuh bagi masyarakat yang sedang berada di wilayah karantina
  5. Masih banyak yang belum diketahui tentang Virus COVID-19 ini sehingga masyarakat diharapkan tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti anjuran pemerintah atau otoritas kesehatan untuk meminimalisasi atau menghilangkan segala macam risiko yang dapat muncul.

Untuk lebih menjamin ikan/produk perikanan yang akan dikonsumsi aman dan sehat, maka masyarakat dapat mengikuti beberapa tips mengolah ikan/produk perikanan yang memperhatikan prinsip – prinsip keamanan pangan atau food safety berikut ini.

  1. Belilah ikan/produk perikanan yang aman, sehat dan segar atau dari outlet resmi.
  2. Apabila memungkinkan sementara waktu pilih ikan/produk perikanan dalam kaleng (sardines, mackerel, salmon dst.) atau kemasan bersegel lainnya.
  3. Pastikan tidak ada anak – anak saat mengolah ikan/produk perikanan.
  4. Gunakan pengikat rambut atau jangan biarkan rambut anda tergerai saat mengolah ikan/produk perikanan.
  5. Selalu Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan setelah mengolah ikan/produk perikanan.
  6. Pisahkan ikan/produk perikanan yang akan diolah dari daging, sayur atau bahan makanan lainnya.
  7. Gunakan peralatan tersendiri saat mengolah ikan/produk perikanan.
  8. Pada saat memasak, bilamana memungkinkan gunakan thermometer untuk memastikan suhu memasak ikan/produk perikanan minimal 1450 Fahrenheit atau 620 Celsius.
  9. Hindari mencicipi masakan sebelum benar – benar dipastikan telah matang.
  10. Sementara hindari memakan ikan/produk perikanan mentah atau setengah matang (Mitigasi risiko diri).
  11. Siapkan tempat/permukaan tersendiri untuk mengolah ikan/produk perikanan, dan selalu gunakan tempat/permukaan tersebut apabila mengolah ikan/produk perikanan.
  12. Usahakan tempat/permukaan untuk mengolah ikan memenuhi syarat: 
    • Mudah dibersihkan dengan air dan sabun
    • Air mudah mengalir (tidak menggenang)
    • Sirkulasi udara dan asupan sinar matahari baik
  13. Pergunakan kantong atau pembungkus ikan/produk perikanan sekali pakai. Apabila menggunakan kantong atau wadah yang dipakai berulang selalu cuci dengan air panas sebelum dan setelah digunakan.

 

drh. Mochamad Aji Purbayu, M.Sc.

 

Referensi

  1. Reantoso, M. G. B., Mackinnon, B., Bin, H., Jie, H., Nelson, K. T., Surachetpong, W., Sanz, V. A., Salman, M., Brun, E., Karunasagar, I., Hanson, L., Sumption, K., Barange, M., Lovatelli, A., Sunarto, A., Fejzic, N., Subasinghe, R., Mathiesen, A. M., and Shariff, M. 2020. Viewpoint: SARS-CoV-2 (The Cause of Covid-19 in Humans) is Not Known to Infect Aquatic Food Animals Nor Contaminate Their Products. Asian Fisheries Science. 33 (2020):74 - 78.
  2. World Health Organization (WHO)
  3. Centers for Disease Control and Prevention (CDC)
  4. United Nations Childrens Fund (UNICEF)
  5. Sally Wadyka. 2020.  Answers to Common Questions About Coronavirus and the Food You Eat.
  6. Food safety experts address 12 top concerns. USDA Communication. Diakses 1 April 2020.