Jumat, 25 September 2020 - 12:08:33 WIB
Analisa Produk Pangan, Untuk Apa?
Diposting oleh : LRPPI Residu Pestisida
Kategori: Artikel - Dibaca: 47 kali

Berbagai jenis produk pangan telah beredar di masyarakat. Produk tersebut tentunya telah memperoleh ijin edar dan melewati serangkaian proses dan prosedur yang rumit. Salah satu prosedur yang dilakukan adalah pengujian produk di laboratorium. Saat ini, proses pengujian dilakukan secara luas baik oleh laboratorium dari instansi pemerintah, sektor industri (supplier bahan baku dan produsen pangan) dan lembaga penelitian/ universitas. Laboratorium secara rutin melakukan pengujian produk pangan untuk mengetahui kandungan zat dalam pangan secara spesifik dengan tujuan sebagai berikut:

1. Memenuhi persyaratan keamanan pangan

Pemerintah di seluruh dunia menetapkan persyaratan produk pangan untuk dapat beredar di masyarakat. Persyaratan ini bertujuan untuk memastikan pangan beredar yang aman dan tidak membahayakan kesehatan baik secara langsung maupun jangka panjang. Persyaratan produk pangan dituangkan dalam peraturan pemerintah yang berlaku secara wajib atau dokumen standar yang berlaku secara sukarela. Laboratorium yang ditunjuk juga telah dinilai memiliki kualifikasi tertentu dan diaudit secara berkala.

Selain itu, pesyaratan minimum keamanan pangan juga digunakan pemerintah untuk mengoptimalkan jumlah kandungan nutrisi dalam pangan. Hal ini dilakukan dengan mempersyaratkan penambahan mikronutrien pangan menggunakan teknologi fortifikasi. Sebagai contoh, fortifikasi iodium dan zat besi pada garam.

2. Menghasilkan kualitas produk pangan yang konsisten

Kualitas produk pangan yang konsisten secara terus menerus menjadi salah satu tantangan bagi produsen pangan. Produsen mengharapkan produk akhir yang sama secara kenampakan, bentuk, tekstur dan rasa. Hal ini berguna untuk memenuhi ekspektasi konsumen yang menginginkan rasa, tekstur dan bentuk yang sama dari pembelian sebelumnya. Di sisi lain, produsen juga mengalami kesulitan dalam memperoleh kualitas bahan baku yang sama karena karakteristik bahan baku pangan yang dipengaruhi oleh alam dan berbagai faktor. Dalam hal ini, supplier bahan baku atau produsen melakukan pengujian mutu pada bahan baku untuk menentukan variabel proses produksi agar diperoleh produk akhir yang sama. Selain itu, produsen juga melakukan pengujian laboratorium pada produk akhir untuk memastikan kualitas yang sama. Pengujian produk akhir ini juga digunakan untuk mengetahui masa kadaluarsa produk dan metode pengemasan yang dibutuhkan.

3. Grading dan kualitas produk

Berbagi produk yang beredar dengan berbagai jenis mutu diproduksi untuk memenuhi kebutuhan konsumen dari latar belakang yang berbeda beda. Grading berfungsi mengelompokkan tingkatan produk berdasarkan mutu yang sama baik secara visual maupun mutu secara kimiawi. Laboratorium berperan dalam menentukan mutu pangan dengan melakukan pengujian sesuai dengan parameter grading yang telah ditetapka pemerintah.

Grading ini bermanfaat bagi petani. supplier, dan konsumen dalam hal menentukan harga, jenis proses produksi, variasi produk dan pilihan konsumen saat melakukan pembelian.

4. Pengembangan dan inovasi produk.

Laboratorium di berbagai sektor terus menerus melakukan pengembangan dan inovasi produk pangan untuk memenuhi tuntutan konsumen. Laboratorium riset dan universitas melakukan penelitian untuk menghasilkan produk yang lebih sehat dengan proses yang lebih efisien. Selain itu laboratorium di sektor industri juga melakukan pengembangan variasi produk untuk meningkatkan penjualan.

 

Aktivitas laboratorium dalam hal pengujian pangan dilakukan secara kontinyu dan rutin di seluruh dunia. Laboratorium pangan berperan secara vital dalam hal keamanan pangan, kesehatan masyarakat dan perekonomian nasional. (End Noviana Kus Yuniati- Balai Pengujian Mutu Barang).

 

Daftar Pustaka:

Nielsen. S.Suzanne. 2017. Food Analysis. 5th edition. Springer International Publishing.