Rabu, 11 November 2020 - 11:42:46 WIB
Strategi BBIA dalam Peningkatan Kompetensi Personil Laboratorium di Masa Pandemi
Diposting oleh : LRPPI Mikotoksin pada Bahan Baku dan Bahan Antara Pangan
Kategori: Kegiatan - Dibaca: 41 kali

Pandemi COVID-19 yang melanda sepanjang tahun 2020 ini memberikan dampak terhadap kegiatan pelayanan BBIA. Namun demikian Laboratorium Penguji BBIA sebagai salah satu laboratorium rujukan pengujian pangan Indonesia tetap berkomitmen untuk menjaga kualitasnya dalam memberikan pelayanan pengujian di bidang pangan yang profesional kepada masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan Laboratorium Penguji BBIA mendapatkan perpanjangan masa akreditasi Laboratorium Penguji BBIA terhitung dari tanggal 3 Oktober 2020 - 2 Oktober 2025 berdasarkan Surat Keputusan Akreditasi KAN Nomor 776/3.a.1/LAB/09/2020 tanggal 23 September 2020.

Keberhasilan ini terus memacu Laboratorium Penguji BBIA untuk semakin meningkatkan kualitas dan kompetensinya. Selain kegiatan persiapan penerapan tanda tangan elektronik (TTE) sebagaimana dipublikasikan sebelumnya, BBIA juga terus menjalankan program pengembangan kompetensi personil Laboratorium Penguji BBIA. Walaupun hingga saat ini Pandemi Covid belum berakhir, kebijakan Work from Office dan Work from Home, pertemuan/ rapat yang terbatas, namun instansi yang menawarkan pelatihan secara online/virtual relatif tetap tinggi. Oleh karenanya, BBIA turut serta berpartisipasi dalam pelatihan secara online/virtual baik pelatihan eksternal yang ditawarkan penyelenggara eksternal maupun menyelenggarakan pelatihan internal dengan mengundang narasumber eksternal sehingga kompetensi personil laboratoriumnya terus terjaga.

Beberapa pelatihan eksternal yang diikuti selama masa pandemi hingga saat ini diantaranya :

1. Penyelenggara PT Ditek Jaya : Problematika HPLC (15 Mei 2020)

2. Penyelenggara PT Maja Bintang Indonesia : 

  • Bedah Analisa Trace Metal Secara Cepat Akurat Dengan Biaya Rendah ICP-OES,ICP-MS,AAS,DIGESTION (19 Mei 2020)
  • How To Choose Efficient And Cost Effective Water Purification System For Laboratory (18 Juni 2020)

3. Penyelenggara PT Saranalab Mandiri Analitika :

  • Optimalisasi Gas Kromatografi Session 2 (Kolom dan Detektor) (20 Mei 2020)
  • Perawatan dan Uji Kinerja Spektrofotometer UV-VIS (18 Juni 2020)
  • Raman dan Aplikasi nya (25 Juni 2020)
  • Workshop Atomic Absorption Spectroscopy (2 Juli 2020)

4. Penyelenggara PT Berca Niaga Medika : Getting the Most Out of Your Agilent HPLC (11 Juni 2020)

5. Penyelenggara PT.Labolytic Periferal Indonesia : Preparasi Sampel dengan Microwave Digestion untuk Analisa (15 Juni 2020)

6. Penyelenggara PT Abadinusa Usahasemesta :

  • Pemilihan Alat yang Tepat untuk Preparasi Sample (18 Juni 2020)
  • Proxymate Analysis with The Specialits (23 juni 2020)
  • Pesticide Residue and Mycotoxin Analysis (24 Juni 2020)

7. Penyelenggara PT Besha Analitika : Water Activity Theory and Equipment (18 Juni 2020)

8. Penyelenggara PT.Labolytic Periferal Indonesia : Analisa Chemical Oxygen Demand (COD): Titrasi, Spectrofotometri, Photoelectrochemical (3 juli 2020)

9. Penyelenggara PT Unitama Analitika Perkasa : All About Atomic Absorbtion Spectrometer in Flame Methode (7 Juli 2020)

10. Penyelenggara PT. Mandiri Fasha Analitika Training Division : The Online Training for HACCP Introduction (8 Agustus 2020)

11. Penyelenggara Merck : Chemical Safety in Lab : Risk Prevention and Safety Handling (28 Juli 2020)

12. Penyelenggara Inspeed Global : Uncertainty in ISO/IEC 17025:2017 (6 Juli 2020)

13. Penyelenggara IPB Training : Awarness Penjaminan Mutu Pengujian berbasis ISO/IEC 17025:2017 (17 Juli 2020)

14. Penyelenggara KAN : Webinar : SNI ISO/IEC 17025:2017 dan Forensik Digital (11 Juni 2020)

15. Penyelenggara RC Chem :

  • Validasi Metoda dan Pengolahan Data Hasil Validasi Metoda (13-14 Juli 2020)
  • Pemastian Keabsahan Hasil Uji (Butir 7.7 ISO/IEC 17025/2017) (20 dan 21 Juli 2020)
  • Investigasi Sumber Kesalahan pada Pengujian di Laboratorium (10 Agustus 2020)
  • Pelaksanaan Uji Banding Antar 2 atau 3 Laboratorium (24 Agustus 2020)
  • Penerapan Konsep Decision Rule Dalam Laporan Hasil Uji (7 September 2020)

Selain itu BBIA juga menyelenggarakan pelatihan internal secara online mengundang narasumber eksternal (Ibu Ir. Untari Sripudjiastuti) dengan topik “Sistem Manajemen dan Pengendalian Dokumen SNI ISO/IEC 17025:2017 serta Audit Internal SNI ISO/IEC 17025:2017” pada tanggal 11 September 2020 dengan peserta dari Tim Mutu Laboratorium Penguji dan Staf Laboratorium Kalibrasi BBIA.

Sejalan dengan fungsi sebagai Laboratorium Rujukan Pengujian Pangan dalam melakukan transfer knowledge ke sesama laboratorium pengujian dan praktisi laboratorium, BBIA juga bekerjasama dengan stakeholder terkait memberikan pelatihan terkait kegiatan laboratorium baik secara webinar maupun tatap muka, kali ini BBIA menjadi instruktur pelatihan di antaranya:

1. Webinar ISO/IEC 17025:2017 bekerjasama dengan Quarance-P2SDM IPB tanggal 19 Mei 2020

2. Mock assessment pelatihan asesor laboratorium penguji bekerjasama dengan KAN tanggal 13 Agustus 2020

3. Pelatihan tatap muka bekerjasama dengan Komite Akreditasi Nasional (KAN) :

  • Validasi Metode Analisis Kuantitatif (14-16 September 2020)
  • Verifikasi Metode Analisis Uji Mikrobiologi (5-7 Oktober 2020)
  • Pengenalan SNI ISO/IEC 17025:2017 (8-9 Oktober 2020)
  • Jaminan Mutu Hasil Pengujian (12-14 Oktober 2020)
  • Pelatihan Kalibrasi Suhu Massa dan Volume (21-23 Oktober 2020)

4. Pelatihan tatap muka Kalibrasi bekerjasama dengan Mayora Group (5-9 Oktober 2020)

Kegiatan pengembangan kompetensi personil baik internal maupun eksternal ini menjadi bukti bahwa pandemi COVID-19 tidak menjadi halangan BBIA dalam menjalankan program kerja sebagai Laboratorium Rujukan Pengujian Pangan Indonesia. Dengan penggunaan sistem teknologi informasi yang memadai dan didukung dengan aliansi kerjasama yang kuat dengan lembaga/instansi lainnya, BBIA berharap untuk terus dapat berkiprah dan memberikan sumbangsih untuk peningkatan kualitas SDM pengujian. Semoga komitmen BBIA ini tetap dapat terus terjaga dan pandemi COVID-19 dapat segera berakhir sehingga kegiatan pelayanan kembali normal dan BBIA bisa lebih berkiprah lagi dalam peranannya sebagai Laboratorium Rujukan Pengujian Pangan Indonesia.

BBIA membuka kesempatan untuk bekerjasama dalam hal knowledge sharing maupun pelatihan bagi laboratorim pangan di Indonesia yang membutuhkan peningkatan kompetensi personil laboratorium maupun kalibrasi, semoga dengan adanya peningkatan kompetensi ini dapat membangun laboratorium yang handal di Indonesia.

Tim penulis BBIA