Rabu, 01 Desember 2021 - 13:50:32 WIB
Pusat SSK dan BUSKIPM mengikuti sidang AFTLC ke 19
Diposting oleh : LRPPI Mikrobiologi dalam Ikan dan Produk Ikan
Kategori: AFTLC - Dibaca: 433 kali

ASEAN Food Testing Laboratory Committee (AFTLC) dibentuk sebagai sistem pengawasan pangan dimana laboratorium pengujian pangan mempunyai peranan penting didalamnya. Kerjasama antar laboratorium pangan ini dibentuklah ASEAN Food Reference Laboratories (AFRL). AFTLC merupakan salah satu komite dibawah ASEAN Prepared Foodstuff Product Working Group yang dibentuk pada tanggal 12 Juli 2011. Kelompok kerja Indonesia untuk ACCSQ-PFPWG Menginisiasi pembentukan jejaring laboratorium Pengujian Pangan Indonesia (JLPPI) pada 12 Maret 2014.

Balai Uji Standar Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BUSKIPM), Kementerian Kelautan dan Perikanan bergabung menjadi anggota JLPPI sebagai laboratorium rujukan pengujian mikrobiologi pada ikan dan produk perikanan pada Tahun 2018. Kepengurusan JLPPI periode Tahun 2020-2021 berada di Kementerian Kelautan Perikanan di Pusat Standardisasi Sistem dan Kepatuhan (SSK) dan BUSKIPM. Pada Tahun 2020 Kepala BUSKIPM Dr. Woro Nur Endang Sariati MP dipilih menjadi Focal Point dalam AFTLC mewakili Indonesia.

BUSKIPM sebagai LRPPI pengujian mikrobiologi pada ikan dan produk perikanan juga berperan aktif membagi ilmunya kepada laboratorium lainnya melalui uji profisiensi/uji banding antar laboratorium, penyelenggaraan pelatihan teknis pengujian, validasi metode dan sebagai konseptor SNI Pangan. Uji Profiensi yang diadakan BUSKIPM terkait pangan adalah Salmonella dan E coli. BUSKIPM menjadi konseptor SNI pangan pada ikan dan produk perikanan diantaranya pengujian Anisakis sp. dan pengujian Hepatitis tipe A Virus (HAV). Pengujian Anisakis sp. dan Pengujian HAV pada ikan dan produk perikanan adalah paremeter usulan pengembangan lingkup LRPPI BUSKIPM yang rencananya akan ditetapkan pada serah terima kepengurusan JLPPI Tahun 2020.

Pusat SSK dan BUSKIPM mengikuti sidang ASEAN Food Testing Laboratory Committee (AFTLC) ke 19 yang diadakan pada tanggal 27-28 September 2021 melalui konferensi Video. Pusat-SSK dan BUSKIPM melakukan konferensi video bersama Pusat Pengembangan pengujian Obat dan makanan Nasional,BPOM didampingi Pakar IPB Dr. Eko Hari Purnomo STP., M.Sc di gedung laboratorium BUSKIPM. Hal ini dilakukan untuk mendukung pengajuan  AFRL baru Food Process Contaminant dan Food Allergen and Species Identification yang diajukan oleh BPOM supaya lebih efektif dalam pelaksanaanya.

Sidang ini dipimpin oleh Mrs. Nur Nisrinah Hj Awg Yusof dari Brunei Darussalam wakilnya Mr. Chea Eakkhim, dari kamboja. Sidang ini dihadiri oleh delegasi Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Philippines, Singapore, Thailand, Viet Nam dan Sekretariat ASEAN. Perwakilan dari  the Physikalisch-Technische Bundesanstalt (PTB) Germany dan International Life Sciences Institute Southeast Asia Region (ILSI-SEAR).

Adapun, hasil dari Sidang AFTLC ke 19 diantaranya adalah:

1. Masing-masing ASEAN Member State (AMS) untuk mengupdate  List expert

2. Kegiatan assesment apabila situasi pandemi COVID-19 tidak membaik pada akhir tahun AFRL Genetically Modified Organism (GMO) dan AFRL mikrobiologi pangan maka kedua AFRL tersebut  akan didiskusikan pada sidang AFTLC ke 20.

3. AMS dipersilahkan untuk mengupdate Focal points apabila ada perubahan ke Sekretariat ASEAN

4. Pelaksanaan on side visit assessment  untuk AFRL baru radionukleotida akan dilaporkan setelah dilakukan kunjungan sambil menunggu pencabutan pembatasan perjalanan untuk memungkinkan on side visit dilakukan ole para panel ahli

5. Penyampaian laporan kegiatan tahunan ASEAN Food Reference Laboratory

a) Mycotoxin – Singapore; b) Food Additives – Indonesia: c) Food Contact Materials – Thailand; d) Environmental Contaminants – Singapore; e) Marine Biotoxins and Scombrotoxin – Singapore; f) Genetically Modified Organisms (GMO) – Malaysia; g) Heavy Metals and Trace Elements – Thailand; h) Veterinary Drugs residue – Thailand; i) Pesticide Residues – Singapore; j) Food Microbiology – Viet Nam

6. Survey template untuk pengajuan AFRL baru Food Process Contaminant dan Food Allergen and Species Identification yang diajukan oleh Pusat Pengembangan pengujian Obat dan makanan Nasional, BPOM sudah dibuat oleh Singapura akan digunakan dan disebarluaskan ke seluruh anggota ASEAN. Pengajuan AFRL berjalan aktif dan lancar.

7. Informasi Pelatihan PTB yaitu :

  1. Basic Introduction to Proficiency Testing (PT)
  2. Statistical Technique in PT
  • PTB dan Balai Besar Industri Agro, Kementerian Perindustrian Indonesia bekerjasama menyiapkan gagasan mengenai pelatihan ISO ISO 17034  kemudian di submit ke AFTLC
  • Kementerian Perindustrian Indonesia memberikan rincian pengajuan pengembangan dari ‘workshop on the preparation of PT sample in Chemistry & Microbiology

8. Buletin AFTLC ke 3

Pusat SSK mempresentasikan draft outline bulletin AFTLC ke 3. Draft outline bulletin AFTLC ke 3 berisi laporan sidang AFTLC ke 16,17 dan 18, AFRL food Additive, Indonesia, ASEAN Member State Laboratory Activit (Indonesia, Vietnam, Kamboja dan Philipina, Informasi peraturan pengujian logam berat, dan prosedur keselamatan Laboratorium dalam kondisi pandemi.

 

Oleh : Insariani