Jumat, 17 Desember 2021 - 11:01:46 WIB
Kolaborasi Badan Layanan Umum Kemenperin : Peningkatan Daya Saing Industri Nasional Melalui Proficiency Test Berbasis Aplikasi Digital
Diposting oleh : LRPPI Mikotoksin pada Bahan Baku dan Bahan Antara Pangan
Kategori: Kegiatan - Dibaca: 326 kali

Balai Besar Industri Agro (BBIA), Bogor dan Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T), Bandung merupakan Badan Layanan Umum (BLU) yang professional dan mandiri di bawah Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), Kementerian Perindustrian. BBIA mempunyai tugas melaksanakan kegiatan penelitian, pengembangan, kerjasama, standardisasi, pengujian,  sertifikasi, kalibrasi dan pengembangan kompetensi industri agro sesuai kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (sesuai Permenperin No. 39/M-IND/PER/6/2006). Sedangkan, B4T mempunyai pengalaman di bidang pengujian, kalibrasi, inspeksi teknik, pelatihan teknik, sertifakasi sistem management mutu, sertifikasi produk, kepastian mutu bahan dan barang teknik serta telah diakui keberadaannya oleh industri karena mutu pelayanan yang prima dan konsisten.

 

BBIA dan B4T merupakan Penyelenggara Uji Profisiensi (PUP) yang telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). Uji profisiensi yang diselenggarakan oleh BBIA maupun B4T merupakan sarana pembuktian yang obyektif terhadap unjuk kerja laboratorium-laboratorium penguji dalam melakukan pengujian, pengukuran atau kalibrasi tertentu sesuai dengan ruang lingkupnya. Uji profisiensi memberikan kesempatan kepada laboratorium untuk dapat membandingkan hasil pengujian atau kalibrasinya terhadap nilai acuan atau unjuk kerja laboratorium lain yang serupa. uji profisiensi akan membantu laboratorium dalam memenuhi persyaratan ISO/IEC 17025:2017 (Persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Uji atau Kalibrasi) butir 7.7.2 (Pemastian Keabsahan Hasil) yang merupakan salah satu persyaratan utama untuk mendapatkan akreditasi KAN.

 

Ruang Lingkup Uji Profisiensi yang diselenggarakan BBIA diantaranya komoditas pangan seperti tepung terigu, garam konsumsi beriodium, susu bubuk, Crude Palm Oil (CPO), pupuk NPK, biskuit, minuman serbuk, Gula Kristal Rafinasi (GKR), Gula Kristal Putih (GKP), kembang gula, minyak kelapa, corned beef, minyak goreng sawit dan kopi instant. Sedangkan uji profisiensi yang telah diselenggarakan oleh B4T adalah untuk pengujian komoditi semen, klinker, beton, ban, logam ataupun pengujian lain yang diperlukan oleh industri.

 

Untuk mensosialisasikan pentingnya uji profisiensi dengan inovasi dan pelayanan yang lebih baik, BBIA berkolaborasi bersama B4T dalam menyelenggarakan Webinar dengan Tema “Peningkatan Daya Saing Industri Nasional Melalui Proficiency Test  Berbasis Aplikasi Digitalpada Senin, 29 November 2021. Webinar ini diikuti oleh lebih dari 500 peserta dari industri maupun ASN secara virtual.

 

Dalam penyampaian laporan Webinar, Kepala BBIA, Ir. Siti Rohmah Siregar, MM menyatakan “BBIA adalah Penyelenggara Uji Profisiensi (PUP) Pertama Bidang Agro di Indonesia yang terakreditasi KAN sejak tahun 2016 sedangkan B4T merupakan PUP Pertama Bahan dan Barang Teknik di Indonesia yang terakreditasi KAN sejak tahun 2013”

 

“Trend peningkatan pelayanan uji profisiensi menunjukkan bahwa peran uji profisiensi sangat dibutuhkan dalam menjamin kompetensi dan kinerja laboratorium pengujian nasional” imbuh Siti.

 

Webinar ini dibuka oleh Sekretaris BSKJI yaitu Dr. M. Arifin SE. MM yang menyampaikan materi terkait Peningkatan Mutu Produk Industri Melalui Proficiency Test. Dalam kesempatan ini, Arifin menyatakan bahwa dalam rangka peningkatan kapabilitas penyelenggara uji profisiensi diperlukan Proficiency Test berbasis digital agar lebih cepat, tepat dengan jangkauan yang lebih luas.

 

Keynote speech tentang Pentingnya Proficiency Test dalam Peningkatan Kinerja Laboratorium Pengujian untuk Mendukung Pengawasan Barang Beredar disampaikan oleh Direktur Standardisasi Dan Pengendalian Mutu, Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Kemendag yaitu Rr. Dyah Palupi S.Si, M.Si.

 

“Partisipasi pada uji profisiensi tidak hanya dipastikan pada proses akreditasi, namun juga diprogramkan secara berkala setiap tahunnya untuk memastikan bahwa kemampuan uji pada lingkup tersebut masih dapat dipelihara.” Tutur Dyah

 

“Sebagai laboratorium pengujian, marilah kita bersama mensukseskan kegiatan pengawasan barang beredar melalui peran kita sendiri. Dalam memastikan peran kita ini dapat bermanfaat dengan baik dalam melindungi konsumen di Indonesia, inisiatif kita berpartisipasi secara berkala dalam uji profisiensi dengan hasil yang memuaskan dan konsisten dapat mendukung terlaksananya pengawasan barang beredar dengan baik.” Imbuh Dyah.

 

Diskusi panel yang dimoderatori oleh Plt. Kepala Seksi Kalibrasi BBIA yaitu Dr. Yus Maria Novelina S, ST, M.Si  terdiri dari :

  1. Kebijakan Penyelenggaraan Proficiency Test Sebagai Jaminan Unjuk Kerja Laboratorium oleh Direktur Akreditasi Laboratorium KAN – BSN, Fajarina Budiantari, S.TP, M.Si
  2. Peran Layanan Uji Profisiensi BBIA dan B4T dalam Memperkuat Penjaminan Mutu Produk Nasional oleh Plt. Kabid Standardisasi B4T, Elis Sofianti, S.Si, MT
  3. Investigasi dan Tindak Lanjut Hasil Proficiency Test Dalam Rangka Meningkatkan Mutu Pengujian Laboratorium oleh Plt. Kepala Seksi Pengujian BBIA, Titin Mahardini, S.Si, M.Si

 

Sesi ke -2 disampaikan tentang Layanan Uji Profisiensi berbasis IoT di BBIA & B4T oleh Plt. Kepala Seksi Informasi BBIA yaitu Irwan Sutiarna, SE dan Plt. Kepala Seksi Informasi B4T Galih Ginanjar, S.Si, MT. Aplikasi Proficiency Test sebelumnya sudah dikembangkan oleh B4T, kemudian diadaptasi oleh BBIA untuk meningkatkan pelayanan prima dan memudahkan pelanggan uji profisiensi dalam mengikuti rangkaian kegiatan uji profisiensi. Aplikasi ini secara resmi akan digunakan BBIA pada rangkaian Uji Profisiensi 2022.

 

Ke depannya, BBIA khususnya akan terus berbenah meningkatkan kompetensi sebagai pusat standarisasi dan jaminan keamanan pangan dan juga penyedia jasa teknis unggulan untuk industri makanan dan minuman seperti pengujian bromat, pengujian nutrisi dan kontaminan, uji profisiensi, dan pendugaan umur simpan produk agro. Saat ini BBIA telah mendapatkan akreditasi jasa layanan berbasis ISO 17025, ISO 17065, ISO 17043, ISO 17021, dan ISO 17020 dari Komite Akreditasi Nasional.

 

Untuk Informasi lebih lanjut silahkan kontak:

Nama                    : Gusti Nova Sembiring

Email                     : cabi@bbia.go.id

Telp/WA              : 081373103818